Bunda Teresa
dilahirkan sebagai Agnes Gonxha Bojaxhiu di Skopje, Albania pada 26 Agustus
1910. Beliau adalah seorang biarawati Katolik Roma. Bunda Teresa merupakan anak
bungsu dari pasangan Nikola dan Drane Bojaxhiu yang berasal dari Prizen,
selatan Kosovo. Ayahnya adalah seorang pedagang yang sukses. Teresa mempunyai
dua saudara perempuan dan seorang saudara laki-laki, Teresa merupakan yang
termuda. Mereka menganut katolik meski di Albania mayoritas penduduknya adalah
Islam.
Ketika memasuki remaja, Teresa bergabung dalam kelompok pemuda jemaat lokalnya
yang bernama Sodality. Melalui keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan yang
dipandu oleh seorang pastor Jesuit, Teresa menjadi tertarik dalam hal
misionari. Hal inilah yang kemudian berperan dalam dirinya, sehingga pada usia
18 tahun, ia menjadi biarawati misionaris katolik atas panggilan
Tuhannya.
Pada tanggal 28 November 1928, beliau bergabung dengan Institude of the Blessed
Virgin Mary, atau yang dikenal juga dengan Sisters of Loretto, Sisters of
Loretto merupakan sebuah komunitas yang dikenal dengan pelayanannya yang baik
di India. Karena itu ia mengganti namanya yang dulu nya Agnes menjadi Teresa ,
nama teresa berasal dari Santa Theresa Lisieux. Setelah itu ia dikirim ke India
untuk menjalani pendidikan sebagai biarawati. Setelah mengikrarkan komitmennya
kepada Tuhan, ia mulai mengajar di St. Mary's High School di Kalkuta. Pada
tahun 1944, ia menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut. Namun, ia menderita
penyakit TBC sehingga tidak bisa lagi mengajar, untuk menyembuhkan penyakitnya
itu, ia dikirim ke Darjeeling.
Dalam kereta api yang tengah melaju menuju Darjeeling,
Suster Teresa mendapat panggilan yang dari Tuhan. Kala itu, ia merasakan belas
kasih dari banyak jiwa, sebagaimana dirasakan oleh Kristus sendiri, hal itu merasuk
dalam hatinya. Hal ini kemudian menjadi kekuatan yang mendorong segenap
hidupnya. Saat itu, 10 September 1946, disebut sebagai “Hari Penuh Inspirasi”
oleh Bunda Teresa.
Kemudian, Bunda Teresa mendirikan sebuah
sekolah terbuka di Taman India pada tahun 1948. Beliau juga mendirikan sebuah
yayasan sosial yang bernama Missionaries of Charity, yayasan
tersebut memiliki cabang sebanyak 450 cabang di seluruh dunia. Selain itu
beliau merupakan seorang pionir yang telah membangun rumah untuk penderita
aids.
Bunda Teresa akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 dalam usia
87 tahun. Berbagai petinggi dari 23 negara menghadiri pemakamannya. Upacara
pemakaman diadakan pada 13 September 1997, yang berada di Stadion Netaji,
India, stadion tersebut berkapasitas 15.000 orang. Atas kebijakan Missionary
of Charity, sebagian besar yang menghadiri upacara tersebut adalah
orang-orang yang selama ini dilayani oleh Bunda Teresa.
Sebagai biarawati, Bunda Teresa memang
pantas untuk dikenang. Bunda Teresa menginspirasi para penderita penyakit aids
dan orang orang yang kesulitan. Beliau merupakan seorang biarawati yang selalu
membantu pasiennya dan selalu berusaha mengispirasi serta mengapresiasi
pasiennya dalam menghadapi kesulitannya lewat motivatinya. Semaoga semangat
kita dapat mengispirasi orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar