Hetalia: Axis Powers - Taiwan
Efek Blog

Rabu, 20 April 2016

BUNDA TERESA


Bunda Teresa dilahirkan sebagai Agnes Gonxha Bojaxhiu di Skopje, Albania pada 26 Agustus 1910. Beliau adalah seorang biarawati Katolik Roma. Bunda Teresa merupakan anak bungsu dari pasangan Nikola dan Drane Bojaxhiu yang berasal dari Prizen, selatan Kosovo. Ayahnya adalah seorang pedagang yang sukses. Teresa mempunyai dua saudara perempuan dan seorang saudara laki-laki, Teresa merupakan yang termuda. Mereka menganut katolik meski di Albania mayoritas penduduknya adalah Islam.

       Ketika memasuki remaja, Teresa bergabung dalam kelompok pemuda jemaat lokalnya yang bernama Sodality. Melalui keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan yang dipandu oleh seorang pastor Jesuit, Teresa menjadi tertarik dalam hal misionari. Hal inilah yang kemudian berperan dalam dirinya, sehingga pada usia 18 tahun, ia menjadi biarawati misionaris katolik atas panggilan Tuhannya. 

         Pada tanggal 28 November 1928, beliau bergabung dengan Institude of the Blessed Virgin Mary, atau yang dikenal juga dengan Sisters of Loretto, Sisters of Loretto merupakan sebuah komunitas yang dikenal dengan pelayanannya yang baik di India. Karena itu ia mengganti namanya yang dulu nya Agnes menjadi Teresa , nama teresa berasal dari Santa Theresa Lisieux. Setelah itu ia dikirim ke India untuk menjalani pendidikan sebagai biarawati. Setelah mengikrarkan komitmennya kepada Tuhan, ia mulai mengajar di St. Mary's High School di Kalkuta. Pada tahun 1944, ia menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut. Namun, ia menderita penyakit TBC sehingga tidak bisa lagi mengajar, untuk menyembuhkan penyakitnya itu, ia dikirim ke Darjeeling.

mother_teresa_childhood_photos-{3}

       Dalam kereta api yang tengah melaju menuju Darjeeling, Suster Teresa mendapat panggilan yang dari Tuhan. Kala itu, ia merasakan belas kasih dari banyak jiwa, sebagaimana dirasakan oleh Kristus sendiri, hal itu merasuk dalam hatinya. Hal ini kemudian menjadi kekuatan yang mendorong segenap hidupnya. Saat itu, 10 September 1946, disebut sebagai “Hari Penuh Inspirasi” oleh Bunda Teresa.

         Kemudian, Bunda Teresa mendirikan sebuah sekolah terbuka di Taman India pada tahun 1948. Beliau juga mendirikan sebuah yayasan sosial yang bernama Missionaries of Charity, yayasan tersebut memiliki cabang sebanyak 450 cabang di seluruh dunia. Selain itu beliau merupakan seorang pionir yang telah membangun rumah untuk penderita aids.

mother_teresa_childhood_photos-{4}

      Bunda Teresa akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 dalam usia 87 tahun. Berbagai petinggi dari 23 negara menghadiri pemakamannya. Upacara pemakaman diadakan pada 13 September 1997, yang berada di Stadion Netaji, India, stadion tersebut berkapasitas 15.000 orang. Atas kebijakan Missionary of Charity, sebagian besar yang menghadiri upacara tersebut adalah orang-orang yang selama ini dilayani oleh Bunda Teresa.

         Sebagai biarawati, Bunda Teresa memang pantas untuk dikenang. Bunda Teresa menginspirasi para penderita penyakit aids dan orang orang yang kesulitan. Beliau merupakan seorang biarawati yang selalu membantu pasiennya dan selalu berusaha mengispirasi serta mengapresiasi pasiennya dalam menghadapi kesulitannya lewat motivatinya. Semaoga semangat kita dapat mengispirasi orang lain.

Senin, 04 April 2016

KEBERSIHAN DAN KESEHATAN DI KANTIN




Di setiap sekolah pasti mempunyai kantin , setiap waktu untuk istirahat , para siswa biasanya menghabiskan sebagian waktunya untuk makan bersama teman- temannya di kantin. Kantin juga merupakan salah satu tempat yang wajib terjaga kebersihan dan kesehatannya. Selain kantin yang harus terjaga kebersihannya dari sampah, makanan yang di jual di kantin pun haruslah berkualitas , dengan makanan yang sehat maka akan membuat para siswa tercegah dari penyakit yang banyak ditimbulkan karena makanan, contohnya diare. Dengan menjaga kebersihan ruang kantin dan kualitas dari makanan itu sendiri, maka kesehatan para siswa pun akan terjaga dengan baik.


Di SMP NEGERI 3 PATI terdapat 6 kantin, setiap kantin diwajibkan sekolah untuk tidak memakai plastik dalam menjual makanan. Di SMP NEGERI 3 PATI mewajibkan siswa yang makan di kantin untuk :

1. Membuang sampah organik ke tempat sampah
"Sedikit sedikit, lama lama menjadi bukit" itu peribahasa yang tepat untuk sampah yang kita buang sembarangan. Meskipun sedikit, tapi lama lama akan menjadi banyak dan mencemari lingkunagn
2. Pungutlah sampah yang berserakan
Bila melihat sampah berserakkan, pungutlan sampah itu dan buanglah ke tempat sampah. Itu dapat menjadi teladan yang baim bagi orang yang melihatnya.

Dengan seperti itu, terciptalah sebuah kantin yang sehat dan nyaman. Namun,bagaimana dengan limbah nya?, limbah dari kantin akan diolah di IPAL. IPAL adalah kependekan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah. Dengan begitu, akan tercipta kantin yang benar benar sehat dan nyaman. Disamping itu, para siswa juga wajib mengembalikan alat makan yang mereka pakai ke dalam box di depan kantin. Sekolah sangat menganjurkan para siswa agar membeli makanan di kantin sekolah daripada membeli diluar sekolah agar terhindar dari berbagai penyakit.

Setiap kantin pasti memiliki kelebihan masing-masing dalam berjualan, contohnya pada kantin 3, mereka mejual nasi rames dan nasi uduk karena mereka berfikir bahwa orang pati akan menyukai makanan tersebut. Kantin 3 juga sering membersihkan kawasan kantinnya setiap waktu, agar selalu terlihat bersih.





  Dengan keadaan kantin yang baik, dapat membantu menambah nilai pada lomba-lomba kebersihan dan adiwiyata. Dikarenakan masalah kebersihan sangatlah penting untuk lomba-lomba tersebut.

MULAI SEKARANG, PIKIRKAN LINGKUNGAN SEKOLAH KITA!


      Seringkali kita mendengar slogan slogan di berbagai tempat, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan, contoh:

"BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA"
"BERSIH PANGKAT SEHAT", dan lain-lain.
Namun, walau sudah ada slogan slogan tersebut, lingkungan di sekitar kita terasa tidak nyaman untuk kita, karena kebersihan yang kurang dan kurangnya kepedulian manusia terhadap lingkungan dan tidak mempedulikan slogan slogan tersebut.

     Slogan yang tadinya berfungsi menghimbau siswa agar menjaga kebersihan, sekarang cuma dianggap sebagai hiasan saja. Ketidakpedulian siswa terhadap lingkungan dibuktikan dengan siswa masih membuang sampah sembarangan, menyobek kertas kertas di kelas dan saat membeli gorengan di kantin beralaskan daun, daunnya tidak dibuang ke tempat sampah, padahal di dalam sekolah sudah disediakan tempat sampah.

    Tentunya kita nggak mau kalau sekolah kita kotor,kumuh dan penuh sampah dong? Disamping ketidak nyamanan jika kotor, sampah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

    Namun berbeda dengan SMP NEGERI 3, SMP NEGERI 3 menerapkan program LISA, LISA adalah singkatan dari "Lihat Sampah Ambil". Dengan adanya program ini, siswa menjadi terbiasa membuang sampah pada tempatnya, Tidak hanya LISA, setiap pulang sekolah siswa diwajibkan membawa minimal 5 lembar daun dan membuangnya di tempat sampah depan yang sudah disediakan. Setiap pagi seluruh siswa wajib membersihkan halaman tertentu yang sudah di tentukan sekolah. Dengan adanya program seperti ini dapat meningkatkan kesadaran siswa bahwa bersih itu penting dan menguntungkan bagi pelaksananya. Dibuktikan dengan beberapa waktu lalu SMP NEGERI 3 PATI mendapat juara sebagai SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL. Prestasi tersebut juga didapat dengan program LISA terebut.

    Namun,menurut beberapa siswa, program LISA belum berjalan dengan baik di SMP NEGERI 3 PATI, dikarenakan masih banyak siswa yang tidak menghiraukan program LISA , padahal, tujuan program LISA sangat baik,yaitu membangun karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan.

    Di SMP NEGERI 3 PATI juga disediakan Bank Sampah. Bank Sampah tersebut dibangun dengan tujuan menampung sampah yang tidak dapat diurai di dalam tanah, sehingga jalan keluarnya adalah dengan cara daur ulang.

 


   

Minggu, 13 Maret 2016

BANCANA MELANDAKU


Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan yang runtuh
Tempatku nan asri terlindas habis
Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap
Kau lalap habis aku kehilangan segalanya

Mata manusia sedunia terpengarah, menatap dan heran
Memang kejadian begitu dahsyat
Bantuan dan pertolongan mengalir
Hati manusia punya nurani

Tuhan , mengapa semua ini terjadi ?
Mungkin kami telah banyak mengingkari-Mu
Mungkin kamu terlalu bangga dengan salah dan dosa
Ya, Tuhan ampunilah kami dalam segalanya 

Dikutip dari : http://www.lokerpuisi.web.id/2014/01/puisi-keindahan-alam.html

Sabtu, 12 Maret 2016

Joko Dan Jaka Berbeda

“Tittittuiiiit.. tttuuiiiittttt.” Alunan merdu suling bambu yang setiap siangnya memberi semangat warga kampung Parigede. Alunan merdu itu berasal dari tiupan seorang pemuda tampan, pandai nan tekun di kampung ini. Dialah Joko Pratomo, putra kebanggaan parigede. Srek, srekk, srekk, satu per satu kakiku melangkah di atas rerumputan di dekat sawah. Dengan langkah mengendap-endap aku mendekati Joko dari belakang, bermaksud untuk mengagetkannya. Tetapi, mungkin Joko sudah merasakan getaran langkahku, jadinya malah dia yang mengejutkanku.

“Hayooo!!! Mau ngapain?”
“Aaaaa, hih.. kamu ini, tadinya mau ngagetin, tapi malah keduluan,”
“Hahahaha.” Kemudian kami duduk dan mengobrol sambil membawa makanan yang ku bawakan untuk menemani obrolan santai kami.

“Yu, menurutmu aku kerja di mana? Lamaranku udah diterima di dua perusahaan, tapi aku bingung pilih yang mana.”
“Lah emang di mana aja Ko?”
“Yang satu di pabrik mie di Jakarta cuma jadi bagian pengemasan. Yang satunya lagi di bali, tapi jadi supervisor di perusahaan pariwisata,”
“Ya kalau menurutku sih di Jakarta aja.. soalnya kan yang deket, biar kamunya juga biar lebih sering pulang,”
“Aku juga maunya gitu Yu, tapi msalahnya keluargaku ini keluarga susah, butuh duit banyak. Gak kayak keluargamu.”
“Ya udah terserahmu aja.” Saking keasyikannya mengobrol, kami sampai tidak sadar jika langit sudah menampakkan mega merahnya. Kami pun langsung pulang.
—
Siang hari yang benar-benar panas, aku duduk di depan rumahku dan berkipas-ipas dengan kipas bambu buatan ibuku. Aku menunggu alunan suling penyejuk dari Joko, tetapi sudah lewat dzuhur dari tadi, tidak juga terdengar. Aku pun menghampiri tempat biasa Joko memainkan sulingnya. Saat aku sampai di sana, aku tidak melihat Joko. Aku pun ke rumahnya.

“Kulonuwun.” melongok kedalam rumah Joko yang pintunya terbuka.
“Monggo.. ono opo nduk Ayu?”
“Joko di mana yo Pakde?”
“Oalah nduk, Joko nggak ngasih tahu kamu toh, Joko udah berangkat ke bali pagi tadi.”
“Oh.. maturnuwun Pakde.”

Hari berganti hari bulan berganti bulan. Tetapi Joko tak kunjung pulang ke kampung. Terbesit niat untuk pergi ke bali berkunjung ke tempat Joko, tetapi aku masih ragu untuk kesana. Hingga akhirnya aku berangkat ke bali. Saat aku sampai di sana, aku langsung mendatangi pantainya yang indah. Berpakaian pendek, memakai topi pantai dan juga kacamata hitam dengan rambut tergerai. Berjalan sedikit lenggak lenggok untuk menutupi identitas desaku.

Aku berdiri di tengah hamparan pasir yang penuh dengan turis-turis yang memenuhi tempat itu. 
Kemudian aku berjalan ke salah satu cafe untuk memesan satu perasan lemon. Dengan kaki tertumpang dan pandangan ke pantai aku menikmati perasan lemon yang ku pesan, namun ada satu hal yang membuatku langsung terkejut bukan kepalang, aku melihat Joko sedang berjalan di tepi pantai bersama seorang pria lainnya, gayanya benar-benar berubah. Aku melepas kacamataku untuk memastikan apakah dia Joko atau bukan. Lalu aku berlari menghampirinya. Saat aku berada di depannya. Aku tersenyum manis kepadanya. Namun ia terlihat pangling melihatku. Aku pun membuka kacamataku.

“Heii Joko.. ini aku, Ayu.” dengan nada medok aku menyapanya.
Dengan raut wajah kesal, sebal, dan marah. Ia menarikku dan membawaku menjauh dari pria itu.
“Ayu, di sini nama aku Jaka Pratama, Joko uda hilang kebawa laut. Yang ada sekarang adalah Jaka!! Inget Yu, Jaka!!”
“Iyo iyoo.” Tiba-tiba terdengar suara dari teman Joko.
“Ka, gue balik ya?”
“Oke bro.”

Aku benar-benar kaget mendengar logat bicaranya yang sudah berubah seratus persen. Setelah itu aku dan Joko berjalan jalan dan sedikit mengobrol di pantai. Dan saat sore tiba, aku diajak untuk pulang ke rumahnya saja. Aku pun menurutinya. Saat sampai di rumahnya, aku melihat ada temannya Joko yang tadi bersamanya. Lalu Joko mengenalkannya kepadaku.
“Hei bro, ini sohib gue dari kecil, namanya Ayu. Yu, ini temen aku kerja, namanya Angga,”
“Ayu,” berjabat tangan. “Angga.” Kemudian kami masuk. Sementara mereka berdua asyik mengobrol, aku ganti baju dan mandi. Setelah selesai, aku ikut mengobrol dengan mereka.

“Joko.. boleh ikut nimbrung nggak?” Lalu Joko menatapku dengan tatapan marah. Aku merasa terhina dengan itu. Aku pun langsung membentaknya.
“Kenapa? Nama kamu kan emang Joko, pake diubah jadi Jaka segala!!!”
“Ayu, inget Yu, inget status kamu sekarang, sekarang ini kamu cuma orang numpang di sini, jadi jangan kurang ajar!!”
“Hah?! Orang numpang??! Heh.. kalau Bapakku nggak ngasih pkerjaan ke Bapakmu, kamu gak akan ada di sini Jok, paling kamu sekarang ada sama genangan lumpur!!”
“Ayuuu!!” Hendak menampar namun dihentikan oleh Angga.

Aku benar-benar merasa terhina dan kecewa di sini. Antara Jaka dan Joko, itu benar-benar berbeda.Aku pun masuk ke kamar dan menangis tertelungkup. Kemudian aku menulis surat untuk Joko yang sekarang menjadi Jaka. “Jaka, atau aku harus menyebutmu tuan Jaka Pratama. Terima kasih atas tumpangan kamarnya. Kamarnya sangat nyaman, walaupun tak senyaman kamarku di kampung. Aku akan kembali ke kampung. Tetapi aku ingin meminta tolong satu hal padamu. Tolong jika kau bertemu dengan Joko, katakan padanya agar dia cepat pulang, kampung parigede sangat merindukan alunan suling penyejuk darinya. Ayu.”

Kemudian aku pergi dari rumah Joko. Berulang kali ia membujukku untuk tetap tinggal. Tetapi aku sudah terlanjur terhina. Haaaah.. akhirnya, setelah aku merasakan hingar bingar bali, aku merasakan kembali kedamaian di kampung parigede. Aku sangat lega telah sampai dengan selamat. Aku benar-benar merindukan sosok Joko, yang belum menjadi Jaka. Aku pergi ke tempat biasanya ia bermain suling. Aku menatap tempat ini dengan senyum pahit dan bercampur air mata rindu. Aku benar-benar merindukannya.

“Ayu!!”

Suara teriakan memecah suasana. Suara itu seperti suara Joko. Tetapi mana mungkin ia ada di sini, dia kan sibuk di bali. “Ayu, maafkan aku.. berbaliklah, aku Joko.. bukan Jaka.” Aku pun berbalik dan melihat Joko, aku melihat Joko, bukan Jaka. Ia berpakaian seperti dulu.

“Joko.. apa Jaka memanggilmu?”
“Nggak Yu, Jaka itu Joko.. mereka sama saja, dan sekarang aku telah kembali.”
“pekerjaanmu?”
“Sudah ku tinggal semuanya.”

Lalu kami duduk, dan Joko kembali memainkan sulingnya. Semuanya telah kembali. Kembali seperti semula. Seperti saat Joko memainkan sulingnya bukan Jaka yang menjadi supervisor pariwisata.

Amorphophallus


Amorphophallus
Titan-arum1web.jpg
Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk): Angiospermae
(tidak termasuk): Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Upafamili: Aroideae
Bangsa: Thomsonieae
Genus: Amorphophallus
Blume ex Decne.
Spesies
Lihat pada teks.
Sinonim
  • Brachyspatha Schott, 1856
  • Conophallus Schott, 1856
Amorphophallus adalah nama marga tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae). Bunga dan tumbuhan vegetatifnya (daun) tumbuh bergantian. Bunganya pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan bau bangkai yang keras, sehingga umum dinamai sebagai bunga bangkai. Beranggotakan sekitar 200 spesies, herba berumbi ini menyebar di wilayah tropika dan ugahari. Nama ilmiahnya berasal dari bentuk bunganya yang menyerupai penis rusak (Gr.: amorphos, bentuk yang rusak; phallos, alat kelamin lelaki).
Umbi dan bagian-bagian lain dari tanaman mengeluarkan getah yang gatal. Namun umbi dari beberapa jenisnya dapat dimakan setelah diproses dengan cara tertentu, atau diolah lebih lanjut menjadi tepung bahan kue-kue dan makanan lain.

Dikutip dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Amorphophallus

Banjir Akibat Penebangan Pohon Secara Liar



#yukjagalingkungankita

https://www.youtube.com/watch?v=57Jv55Mx_bg